Kotawaringin Barat — Tingginya minat masyarakat dalam mengikuti Program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang dibuka oleh Bawaslu Kotawaringin Barat pada tanggal 23–26 April 2026, menjadi bukti meningkatnya kesadaran publik terhadap pentingnya pengawasan pemilu.
Dari seluruh pendaftar yang mengikuti proses seleksi, akhirnya terpilih 20 peserta terbaik yang akan mengikuti rangkaian kegiatan P2P, dengan daftar nama terlampir.
Program ini tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga ruang kolaborasi antara Bawaslu dan masyarakat dalam memperkuat demokrasi yang partisipatif dan berintegritas.
Melalui P2P, peserta akan mendapatkan berbagai manfaat, seperti peningkatan wawasan kepemiluan, pengalaman dalam pengawasan partisipatif, serta sertifikat resmi sebagai bentuk pengakuan atas keterlibatan mereka.
Di tengah dinamika demokrasi yang semakin kompleks, mengikuti P2P menjadi langkah strategis dalam menyiapkan kader pengawas partisipatif yang kompeten, terutama dalam menghadapi tantangan pengawasan menuju Pemilu 2029.
Program P2P merupakan bagian dari komitmen Bawaslu dalam mendorong pengawasan partisipatif berbasis masyarakat. Melalui kegiatan ini, peserta akan mendapatkan pembekalan terkait kepemiluan, demokrasi, serta praktik pengawasan yang efektif dan berintegritas.
Adapun manfaat yang diperoleh peserta antara lain:
- Menambah wawasan kepemiluan dan demokrasi
- Berkontribusi dalam pengawasan partisipatif
- Mendapatkan sertifikat kegiatan resmi
Bawaslu Kotawaringin Barat berharap para peserta dapat menjadi agen perubahan yang aktif, kritis, dan berintegritas dalam mengawal setiap tahapan pemilu, serta mampu mengajak masyarakat luas untuk turut serta dalam pengawasan partisipatif.